Risiko Obesitas dan Upaya Pencegahan yang Direkomendasikan Untuk Anda

Februari 26, 2019 Add Comment

Penyakit Obesitas/ Kegemukan

Belakangan ini marak terdengar kasus obesitas atau kegemukan. Yakni suatu kondisi penumpukan lemak tubuh yang cukup tinggi. Obesitas parah menyebabkan penderitanya tidak bisa beraktivitas bebas, bahkan untuk bangun dari tidur pun rasanya mustahil. Hal ini seperti kasus obesitas yang santer diberitakan di televisi dan media massa lainnya beberapa waktu lalu.

Obesitas dapat terjadi lantaran asupan kalori lebih besar dibanding proses pembakaran kalori. Alhasil kalori yang masuk ke dalam tubuh menumpuk membentuk lemak. Bila hal ini berlangsung dalam waktu lama, maka berisiko pada kenaikan berat badan drastis yang berisiko pada obesitas. Obesitas bukan penyakit yang bisa dianggap remeh. Pasalnya obesitas juga memicu penyakit kronis lain seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung mematikan.

Kegemukan bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Anda berisiko menderita obesitas bila tidak mampu menjaga pola makan dan enggan berolahraga. Penyakit obesitas pun biasanya diderita oleh mereka yang malas bergerak sementara pola makan didominasi makanan berlemak dan berkolesterol. Beberapa kondisi juga diketahui menyebabkan obesitas seperti genetik, kebiasaan mengkonsumsi junk food, tidak cukup tidur, stress, dan menggunakan obat jenis tertentu.

Pencegahan Obesitas yang Dianjurkan

Mengembangkan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga bisa dilakukan sebagai upaya awal mencegah obesitas. Bagi Anda yang sibuk bekerja mungkin merasa sulit meluangkan waktu untuk berolahraga. Sebenarnya Anda tidak butuh waktu lama. Di pagi hari selepas bangun tidur Anda bisa meluangkan waktu sejenak untuk jogging atau sekedar melakukan pemanasan ringan di sekitar rumah. Adapun di weekend tidak ada salahnya pula menjadwalkan diri untuk berenang, fitness, atau olahraga yang lain.

Mengembangan Pola Makan Sehat

Gaya hidup sehat Anda juga perlu ditopang dengan mengonsumsi makanan sehat. Jauhi makanan dengan kadar gula tinggi, lemak, dan kolesterol. Beberapa makanan tersebut beresiko meningkatkan penyakit obesitas. Perbanyak asupan makanan tinggi serat, sayur, dan buah yang bagus untuk sistem pencernaan tubuh Anda.

Membiasakan Tubuh Bergerak Aktif

Sesekali bersikap malas ingin bersantai boleh. Namun, jangan menjadikan malas menjadi kebiasaan. Biasakan tubuh Anda untuk aktif bergerak. Hal ini bisa dilatih dengan giat membersihkan rumah seperti menyapu lantai, mengepel, atau lainnya. Kegiatan mencuci baju secara manual tanpa mesin juga akan membuat tubuh Anda aktif bergerak.

Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Penyakit Jantung Yang Wajib Anda Tahu

Februari 21, 2019 Add Comment

  • Penyakit Jantung 


Jantung adalah organ crucial tubuh yang berfungsi penting dalam pemompaan darah. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh dan juga paru-paru. BIla kesehatan jantung terganggu tentu dapat mengancam keselamatan hidup seseorang. Dimana penyakit jantung termasuk penyakit mematikan. Tidak sedikit kasus kematian mendadak disebabkan serangan jantung tiba-tiba yang terlambat terdeteksi.


  • Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung 


Penyakit jantung umumnya terjadi karena penumpukan kolesterol yang menyebabkan plak. Plak yang menumpuk menyebabkan aliran darah melalui pembuluh menjadi terganggu. Alhasil detak jantung terasa akan lebih cepat, tekanan darah naik, dan lambat laun membuat suplai oksigen ke jantung menjadi terhambat.

Kondisi di atas menyebabkan kinerja organ jantung tidak ideal. Dimana penderita sakit jantung mulai bisa merasakan beberapa gejala yang tidak jarang dianggap sepele. Beberapa gejala sakit jantung diantaranya sesak napas, sering pusing, mudah lelah, dan nyeri di bagian dada. Adapun sakit jantung yang terlambat ditangani berisiko menyebabkan jantung berhenti complete. Kondisi inilah yang disebut serangan jantung koroner dengan risiko kematian mendadak.


  • Pencegahan Penyakit Jantung 


Sebagian besar penyakit jantung disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pola hidup sehat. HIndari dan cegah penyakit mematikan di dunia ini dengan upaya tepat. Pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya:


  • Pola Hidup Yang Sehat 


Awali dengan pola hidup sehat. Misalnya mengonsumsi makanan sehat dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur. Batasi asupan makanan berlemak jahat dan kolesterol. Cara pengolahan atau memasak juga perlu diperhatikan, dimana kegiatan menggoreng lebih baik mulai dikurangi.

Mengontrol Kadar Gula dan Tekanan Darah

Beberapa jenis penyakit dapat menjadi penyebab komplikasi sakit jantung. Sebut saja seperti obesitas dan hipertensi. Karenanya kontrol kadar gula dalam darah dan tekanan darah Anda secara rutin dengan check up di klinik terdekat.


  • Olahraga Yang Teratur 


Olahraga yang teratur termasuk dalam rangkaian pola hidup sehat. Pilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat yang bisa dilakukan rutin beberapa kali tiap pekannya. Olahraga akan membantu menjaga kesehatan jantung Anda dengan memiliki denyut jantung teratur. Selain itu, imbangi dengan menjauhi rokok dan minuman beralkohol.

Penyakit Hipertensi, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Februari 19, 2019 Add Comment

Definisi Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah di atas 140/90 mmHG. Angka tersebut melebihi batas normal, dimana standarnya seseorang yang sehat memiliki tekanan darah 120/80 mmHG. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya bila tekanan darah terlalu tinggi berisiko mengganggu proses peredaran darah.
Sayangnya tidak jarang seseorang terlambat mengetahui kondisi hipertensi. Sementara hipertensi termasuk penyakit yang dapat membunuh secara diam-diam. Hal ini karena kondisi hipertensi berisiko pada komplikasi yang dapat mengancam keselamatan Anda. Hipertensi yang terlambat terdeteksi bisa menjadi penyebab penyakit kronis seperti gagal ginjal, gagal jantung, jantung koroner, diabetes, dan sebagainya. Karenanya kenali penyakit ini sejak dini dengan gejala berikut:
  • pusing atau sakit kepala parah,
  • penglihatan menjadi buram,
  • rasa mual,
  • dengung pada telinga,
  • kebingungan,
  • nyeri pada dada,
  • susah bernafas,
  • rasa lelah,
  • detak jantung tidak teratur,
  • terasa detak [pada leher, telinga, atau dada, dan
  • terdapat darah di dalam urin,
Risiko dan Pencegahan Hipertensi
Pertambahan usia seseorang membuat upaya pencegahan hipertensi semakin crucial untuk dilakukan. Hal ini mengingat tekanan darah khususnya tekanan sistolik cenderung naik secara perlahan pasca memasuki usia 50 tahun. Sayangnya penderita hipertensi kerap muncul secara diam-diam dan mulai merusak pembuluh darah.
Beberapa upaya memang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Seperti mengonsumsi obat pengendali tekanan darah, mengonsumsi buah-buahan kaya air, dan lain-lain. Namun tentu melakukan pencegahan lebih bijak. Pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan yaitu:
  • Rutin melakukan cek tekanan darah di klinik atau rumah sakit terdekat. Hal ini karena tekanan darah tidak bisa dikenali secara langsung. Sehingga Anda perlu melakukan cek kesehatan secara berkala, yang mana hal ini semakin penting untuk para manula.
  • Menjaga berat badan ideal. Hipertensi bukan kondisi penyakit yang berdiri sendiri. Dalam beberapa kasus hipertensi muncul akibat komplikasi penyakit lain seperti obesitas. Karenanya menjaga berat badan tetap ideal membantu menekan risiko sakit hipertensi.

  • Mengutamakan pola makan sehat. Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang kaya gizi dan nutrisi. HIndari makanan berkolesterol atau berlemak. Hal ini semakin wajib terlebih setelah Anda dinyatakan memiliki tekanan darah krisis hipertensi, atau nyaris masuk ke tahap hipertensi. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan seperti melon, semangka, atau lainnya.
  • Olahraga teratur juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Dimana detak jantung akan lebih teratur dan otot pun tetap aktif. Sehingga diharapkan dengan olahraga rutin Anda bisa tetap sehat dan bugar.

Cara Pencegahan Penyakit Diabetes Bagi Keturunan Diabetes

Februari 19, 2019 Add Comment


Mengenal Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang ditandai kadar gula darah tinggi di atas regular. Dimana penderita memiliki kondisi organ pankreas yang tidak mampu memproduksi hormon insulin cukup seperlu memecah glukosa. Akibatnya glukosa menumpuk dalam darah dan akan menyebabkan sejumlah gangguan dalam tubuh.

Apakah di dalam keluarga Anda terdapat anggota yang memiliki riwayat diabetes, misal orang tua atau saudara? Bila iya, berarti Anda memiliki risiko penyakit diabetes serupa. Diabetes tipe 2 terutama berkaitan erat dengan riwayat keturunan. Dimana anak dari orang tua penderita diabetes berisiko menderita diabetes pula. Potensi ini pun bisa lebih besar jika kedua orang tua menderita diabetes.

Kemungkinan seseorang menderita diabetes juga bisa bertambah buruk dari gaya hidup tidak sehat. Pada umumnya satu anggota keluarga memiliki pola makan, kebiasaan olahraga, dan gaya hidup yang sama. Karenanya gaya hidup bisa meningkatkan risiko sakit diabetes. Adapun apa yang mesti dilakukan yakni sadar untuk menerapkan gaya hidup sehat, dimulai dari beberapa hal berikut:

Menjaga Berat Badan

Memiliki berat badan berlebih meningkatkan resiko seseorang terkena diabetes. Diketahui obesitas meningkatkan risiko penyakit kencing manis antara 20-40%. Oleh sebab itu, bila Anda memiliki berat badan berlebih upayakan untuk menurunkan berat badan. Lakukan eating regimen sehat secara bertahap hingga mendapat berat ideal.

Menjaga Asupan Nutrisi

Untuk mencegah risiko sakit diabetes Anda juga perlu menjaga asupan nutrisi. Utamakan menu karbohidrat dari biji-bijian dalam menu sehat Anda. Kurangi makanan atau minuman manis yang memiliki kandungan glikemik tinggi. Selektif memilih lemak tidak jenuh yang jauh lebih menyehatkan dibanding lemak jahat. Selain itu, mulai batasi asupan daging merah dan daging olahan.

Seimbangkan Aktivitas Harian

Biasa menggunakan otot Anda dalam aktivitas dalam menekan risiko diabetes. Karena otot yang aktif mampu mengendalikan insulin dan proses penyerapan glukosa. Untuk itu, seimbangkan aktivitas harian Anda. Hindari kebiasaan bermalas-malasan seperti duduk atau berbaring terlalu lama menonton television yang hanya akan membuat otot kaku.

Berhenti Merokok Sekarang Juga

Bagi Anda perokok aktif sebaiknya memutuskan untuk berhenti merokok mulai dari sekarang. Merokok berbahaya bagi kesehatan paru-paru dan juga meningkatkan kemungkinan diabetes. Dimana perokok aktif berisiko lebih besar hingga 50% dibanding mereka yang tidak merokok.

Penyakit Stroke, Pencegahan dan Cara Pengobatannya

Februari 19, 2019 Add Comment

Penyakit Stroke

Stroke adalah gangguan kesehatan dimana suplai darah menuju otak tidak lancar, sehingga berpotensi membuat jaringan di otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Bila hal tersebut terjadi terus menerus, maka jaringan otak bisa mati. Karenanya kondisi ini cukup berbahaya. Dimana penderita stroke bisa menyebabkan kerusakan permanen hingga mengancam keselamatan hidup.

Penyakit stroke bisa menyerang siapa saja, baik manula maupun dewasa. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti faktor usia, jenis kelamin, keturunan, riwayat keluarga penderita stroke atau sakit jantung koroner. Beberapa faktor tersebut termasuk faktor yang tidak bisa diubah. Sementara itu, ada pula faktor penyebab lain seperti gaya hidup tidak sehat karena mengkonsumsi alkohol, merokok, kurang aktivitas, dan sebagainya. Faktor-faktor lain ini masih bisa dikontrol guna menekan risiko sakit stroke. Selanjutnya penyebab stroke bisa dibedakan menjadi 2, yakni

Stroke Iskemik

Stroke jenis ini umum terjadi pada usia manula. Stroke iskemik ditandai dengan adanya darah membeku yang menyumbat pembuluh darah. Sehingga aliran darah tidak lancar.

Stroke Hemorhagic

Jenis stroke hemorhagic adalah jenis yang mematikan. Kondisinya bisa dikenali dari adanya kebocoran atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Hal tersebut mengakibatkan darah mengalir ke permukaan otak atau malah ke dalam otak.

Penyakit stroke bisa dikenali dari beberapa gejala. Diantaranya sakit kepala yang terasa mendadak dan parah. Rasa pusing yang menyebabkan sulit berjalan. Penderita umumnya juga mengalami gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata. Gejala lainnya penderita bisa merasakan kebingungan dan sulit berbicara. Malah beberapa merasakan mati rasa di bagian lengan, kaki, atau wajah.

Pencegahan dan Pengobatan Stroke

Sebelum seseorang menderita stroke, ada baiknya bila penyakit ini dicegah. Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni dengan menerapkan pola hidup sehat. Dimulai dari mengonsumsi makanan sehat, rutin olahraga, menjauhi alkohol, rokok, menjaga kolesterol tubuh, dan menjaga tekanan darah.

Bila penyakit stroke sudah terlanjur menyerang, maka pengobatan wajib dilakukan. Pengobatan yang dibutuhkan bergantung dari penyebab stroke. Penderita akan dianjurkan mengkonsumsi obat tertentu hingga menjalani terapi fisik, bicara, kerja, dan lainnya.

Jenis-Jenis, Gejala, dan Cara Pencegahan Penyakit Stroke

Februari 19, 2019 Add Comment

Salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini ialah penyakit stroke. Menurut catatan Kementrian Kesehatan Indonesia pada tahun 2008 bahwa 17 juta jiwa masyarakat harus kehilangan nyawanya karena penyakit stroke. Penyakit ini kondisi dimana saat aliran darah menuju otak terhenti atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan otak manusia kekurangan oksigen dan nutrisi yang akhirnya menyebabkan kematian pada sel otak.

Penyakit stroke akan menyerang bagian syaraf yang ada pada otak yang disebabkan pembuluh darah yang pecah atau mengalami penyumbatan. Saat aliran darah ke otak berhenti maka dalam hitungan menit sel otak akan mati perlahan-lahan. Oleh karena itu penyakit ini bisa dikatakan penyakit yang berbahaya sekali.

Jika anda atau anggota keluarga terserang gejala penyakit stroke sebaiknya segera bawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena apabila terlambat mendapatkan penanganan medis akan berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Jenis penyakit stroke
Penyakit stroke iskemik

Penyakit stroke yang paling sering terjadi dan disebabkan karena adanya gumpalan darah yang menyumbat aliran darah.

Penyakit stroke hemoragik

Jenis ini disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah sehingga darah tersebut mengalir keluar.

Gejala penyakit stroke
Mendadak mati rasa atau kelemahan pada kaki, tangan, hingga wajah pada satu sisi tubuh saja, contohnya pada bagian kanan saja.

Mendadak kehilangan kesadaran, sulit berbicara, hingga sulit memahami yang dibicarakan penderita stroke.

Mendadak merasa pusing, sulit berjalan, hingga kehilangan keseimbangan.

Mendadak sakit kepala yang sangat parah.

Cara mencegah penyakit stroke
Konsumsi makanan yang sehat

Perlunya menjaga berat badan dengan cara yang sehat

Melakukan olahraga secara teratur

Jangan merokok tembakau

Sebaiknya hindari minum beralkohol atau jika ingin minum cukup sedikit saja.

Mencegah penyakit stroke juga bisa dengan banyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian seperti kacang polong. Sebaiknya kurangi konsumsi daging merah dan jaga kolesterol serta lemak jenuh. Anda juga bisa mengurangi konsumsi garam yang berlebihan untuk menjaga tekanan darah agar tetap sehat.

Ini Dia Penyebab Dan Gejala Penyakit Hipertensi

Februari 19, 2019 Add Comment


Apa itu penyakit hipertensi? Penyakit ini biasa dikenal dengan darah tinggi yang merupakan kondisi kekuatan aliran darah pada dinding arteri cukup tinggi. Kebanyakan orang sering tidak menyadari bahwa mereka terserang tekanan darah tinggi.

Bagi anda yang belum tahu, maka anda bisa melakukan pemeriksaan ke dokter dan untuk orang dewasa sangat dianjurkan memeriksa tekanan darahnya sekali dalam lima tahun. Karena tekanan darah berubah dari waktu ke waktu dan juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh jantung.

Penyebab penyakit hipertensi
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terserang penyakit hipertensi ialah kelebihan berat badan (obesitas), banyak mengkonsumsi alkohol, merokok, dan ada juga faktor keturunan. Perlu anda ketahui resiko terserang penyakit ini bisa dihindari dengan mengubah pola hidup dan tidak melakukan faktor-faktor yang dijelaskan diatas.

Gejala penyakit hipertensi
Biasanya penyakit hipertensi jarang sekali memunculkan gejala yang jelas. Akan tetapi beberapa penderita penyakit tekanan darah tinggi mengatakan ada beberapa gejala yang sering timbul, antara lain ialah :

Timbul rasa sakit pada kepala.

Merasa kelelahan dan bingung.

Terjadi masalah pada penglihatan (retina mata mulai terganggu).

Terasa nyeri pada dada.

Terkadang sulit bernafas.

Sering kali mengalami denyut jantung yang tidak teratur.

Ada darah dalam urine. Biasanya kondisi ini sudah mengalami komplikasi hingga ke ginjal.

Dada sering terasa berdebar-debar, leher, hingga ke telinga.

Makanan yang bisa mengurangi dampak penyakit hipertensi
Jika anda sudah mengetahui bahwa terserang penyakit hipertensi maka bisa anda atasi dengan melakukan diet. food regimen yang mampu mengontrol tekanan darah ialah konsumsi makanan yang kaya magnesium, kalium, serat, dan mememiliki kadar sodium yang rendah. Nah, ada beberapa jenis makanan lainnya untuk menurunkan resiko hipertensi antara lain sebagai berikut :

Sayur-sayuran hijau

Konsumsi buah berries

Buah bit

Susu skim dan yogurt

Oatmeal

Buah pisang

Ikan salmon, mackerel, dan berbagai jenis ikan yang kaya kandungan omega 3

Kacang-kacangan, gandum, dan biji-bijian lainnya

Cokelat hitam

Pistachio

Buah delima

Minyak zaitun

Bawang putih

4 gejala Umum Penyakit Jantung Yang terjadi Pada Banyak Orang

Februari 19, 2019 Add Comment


Salah satu penyakit yang banyak menyerang dan menyebabkan kematian mendadak ialah penyakit jantung. Penyakit ini disebabkan oleh kondisi organ jantung yang mengalami gangguan, baik itu gangguan pada pembuluh darah jantung, katup jantung, atau bisa juga memang bawaan saat lahir.

Jantung ialah otot yang terbagi atas empat ruang, yakni dua ruang pada bagian atas kanan dan kiri disebut atrium. Dua ruang lainnya berada pada bagian bawah kanan kiri disebut dengan bilik (vetrikel). Fungsi utama dari organ ini ialah mengalirkan atau mendistribusikan darah yang kaya oksigen ke seluruh bagian dalam tubuh manusia.

Apa gejala atau tanda bahwa kita terserang penyakit jantung? Berikut kami jelaskan beberapa gejala dari penyakit jantung.

Gejala penyakit jantung
Rasa nyeri pada dada

Salah satu gejala awal penyakit jantung yang mengkhawatirkan ialah rasa nyeri dan tidak nyaman pada dada. Gejala ini terjadi karena otot jantung tersebut tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen. Rasa nyeri tidak hanya pada dada bahkan menjalar ke leher, lengan, bahu, rahang, dan juga punggung. Biasanya rasa nyeri berlangsung dalam beberapa hari, namun tingkat keparahan rasa nyeri biasanya berbeda tergantung dari banyak plak yang menumpuk di arteri jantung.

Detak jantung yang tidak teratur

Detak jantung yang tidak teratur memang hal biasa terjadi pada tubuh manusia, namun ini bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit jantung. Mereka yang terserang penyakit jantung mengatakan bahwa saat jantung berdetak kadang terasa berhenti sebentar, kemudian berdetak kembali tapi dengan irama yang lebih kencang.

Merasa sesak nafas

Jantung yang fungsinya sudah tidak lagi ordinary akan berdampak pada aliran darah, jika aliran darah tidak lancar akan menyebabkan penderita sesak nafas karena kekurangan oksigen. Sesak nafas ini biasanya diikuti dengan rasa nyeri pada dada, perlu anda ketahui sesak nafas merupakan pertanda anda membutuhkan perawatan oleh dokter dan tidak bisa dianggap sepele.

Sering hilang kesadaran atau pingsan mendadak

Gejala penyakit jantung ini sering sekali terjadi dan hal tersebut menandakan pasien sudah mengalami masalah kesehatan yang serius. Jadi anda harus mencari tahu apa yang menyebabkan anda tiba-tiba pingsan karena hal mungkin saja berbahaya bagi kesehatan