Penyakit Hipertensi, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Februari 19, 2019

Definisi Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah di atas 140/90 mmHG. Angka tersebut melebihi batas normal, dimana standarnya seseorang yang sehat memiliki tekanan darah 120/80 mmHG. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya bila tekanan darah terlalu tinggi berisiko mengganggu proses peredaran darah.
Sayangnya tidak jarang seseorang terlambat mengetahui kondisi hipertensi. Sementara hipertensi termasuk penyakit yang dapat membunuh secara diam-diam. Hal ini karena kondisi hipertensi berisiko pada komplikasi yang dapat mengancam keselamatan Anda. Hipertensi yang terlambat terdeteksi bisa menjadi penyebab penyakit kronis seperti gagal ginjal, gagal jantung, jantung koroner, diabetes, dan sebagainya. Karenanya kenali penyakit ini sejak dini dengan gejala berikut:
  • pusing atau sakit kepala parah,
  • penglihatan menjadi buram,
  • rasa mual,
  • dengung pada telinga,
  • kebingungan,
  • nyeri pada dada,
  • susah bernafas,
  • rasa lelah,
  • detak jantung tidak teratur,
  • terasa detak [pada leher, telinga, atau dada, dan
  • terdapat darah di dalam urin,
Risiko dan Pencegahan Hipertensi
Pertambahan usia seseorang membuat upaya pencegahan hipertensi semakin crucial untuk dilakukan. Hal ini mengingat tekanan darah khususnya tekanan sistolik cenderung naik secara perlahan pasca memasuki usia 50 tahun. Sayangnya penderita hipertensi kerap muncul secara diam-diam dan mulai merusak pembuluh darah.
Beberapa upaya memang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Seperti mengonsumsi obat pengendali tekanan darah, mengonsumsi buah-buahan kaya air, dan lain-lain. Namun tentu melakukan pencegahan lebih bijak. Pencegahan hipertensi yang bisa dilakukan yaitu:
  • Rutin melakukan cek tekanan darah di klinik atau rumah sakit terdekat. Hal ini karena tekanan darah tidak bisa dikenali secara langsung. Sehingga Anda perlu melakukan cek kesehatan secara berkala, yang mana hal ini semakin penting untuk para manula.
  • Menjaga berat badan ideal. Hipertensi bukan kondisi penyakit yang berdiri sendiri. Dalam beberapa kasus hipertensi muncul akibat komplikasi penyakit lain seperti obesitas. Karenanya menjaga berat badan tetap ideal membantu menekan risiko sakit hipertensi.

  • Mengutamakan pola makan sehat. Makanan yang dikonsumsi haruslah makanan yang kaya gizi dan nutrisi. HIndari makanan berkolesterol atau berlemak. Hal ini semakin wajib terlebih setelah Anda dinyatakan memiliki tekanan darah krisis hipertensi, atau nyaris masuk ke tahap hipertensi. Utamakan mengonsumsi sayur dan buah-buahan seperti melon, semangka, atau lainnya.
  • Olahraga teratur juga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Dimana detak jantung akan lebih teratur dan otot pun tetap aktif. Sehingga diharapkan dengan olahraga rutin Anda bisa tetap sehat dan bugar.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »